
Sungailiat ,Bentalanews Lapas Sungailiat kembali melaksanakan kegiatan penggeledahan kamar hunian warga binaan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan urine secara acak pada Jumat (31/07/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Sungailiat, Bayu Rizky, didampingi Kasubsi Keamanan Johan Marnoto, serta melibatkan jajaran Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Subsi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), dan Regu Pengamanan Lapas Sungailiat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus komitmen Lapas Sungailiat dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (Halinar).

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penggeledahan secara menyeluruh pada setiap kamar hunian sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Setelah penggeledahan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan urine terhadap sejumlah warga binaan yang dipilih secara acak sebagai langkah preventif dalam mendeteksi penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara humanis, profesional, dan tetap mengedepankan penghormatan terhadap hak-hak warga binaan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Sungailiat, Bayu Rizky, menegaskan bahwa penggeledahan kamar hunian merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua hingga tiga kali setiap minggu, disertai pemeriksaan urine secara acak sebagai bentuk pengawasan yang berkelanjutan. “Penggeledahan kamar hunian dan pemeriksaan urine secara acak merupakan langkah deteksi dini yang kami laksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas Sungailiat. Kegiatan ini bertujuan mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang maupun penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas. Ke depan, kami akan terus melaksanakan seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan secara konsisten dan berkelanjutan sebagai upaya menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif serta mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban. Dengan demikian, seluruh program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan secara optimal,” tegas Bayu Rizky.

Sementara itu, Kasubsi Keamanan Lapas Sungailiat, Johan Marnoto, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan razia rutin dan pemeriksaan urine acak sebagai salah satu strategi efektif dalam menjaga stabilitas keamanan di dalam Lapas. “Kami siap mendukung dan mengoptimalkan pelaksanaan razia rutin serta pemeriksaan urine secara berkala sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Sinergi seluruh jajaran pengamanan menjadi kunci agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini, sehingga lingkungan Lapas Sungailiat tetap aman, tertib, kondusif, dan seluruh program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan dengan baik,” ujar Johan Marnoto.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, di antaranya sendok berbahan stainless, pinset, gunting, serta beberapa barang lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Seluruh barang tersebut kemudian diamankan oleh petugas sesuai dengan prosedur yang berlaku. Sementara itu, hasil pemeriksaan urine terhadap warga binaan yang dipilih secara acak seluruhnya dinyatakan negatif, sehingga tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkotika. Melalui kegiatan razia rutin yang dilaksanakan sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu minggu beserta pemeriksaan urine acak, Lapas Sungailiat terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, kondusif, serta bersih dari Halinar guna mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan.









