BANGKA, bentala-news.com β Senator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Bangka Belitung, Dinda Rembulan, melakukan kunjungan kerja ke dapur produksi gula kelapa di Dusun Bedukang, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap potensi produk lokal yang berpeluang menjadi ikon ekonomi baru di Negeri Serumpun Sebalai. Minggu,(10/5)
Dalam kesempatan tersebut, Dinda Rembulan mengaku terkesan karena ini merupakan pengalaman pertamanya melihat langsung proses pengolahan air nira menjadi gula kelapa. Tak sekadar meninjau, Senator muda ini juga tampak antusias membantu memasukkan cairan gula kental ke dalam cetakan kayu yang telah disiapkan.
“Saya merasa bahagia dan senang sekali bisa menyaksikan langsung proses tradisional ini. Bahkan, saya ikut mencoba mencetak gulanya tadi. Ini adalah potensi luar biasa yang harus kita jaga dan kembangkan,” ujar Dinda Rembulan dengan penuh semangat.
Dinda berharap produksi gula kelapa di Dusun Bedukang tidak hanya berhenti pada skala industri rumah tangga saja. Ia mendorong adanya hilirisasi melalui pembangunan pabrik khusus yang mampu menangani proses produksi secara lebih masif dan modern.
Hadir mendampingi dalam kunjungan tersebut, owner dapur gula kelapa, Ikhsan, pemilik ratusan pohon kelapa, Erzan, serta CEO Gula Kelapa AYCO, yang selama ini menjadi mitra bisnis bagi para perajin di kawasan Pantai Pulau Tiga tersebut.
Dinda menegaskan komitmennya untuk mengawal produk ini agar menjadi andalan baru bagi Bangka Belitung. Ia berjanji akan kembali berkunjung saat fasilitas produksi telah berkembang menjadi pabrik yang lebih mumpuni.
“Target kita ke depan adalah peningkatan kapasitas produksi. Saya ingin melihat ada pabrik pengolahan di sini yang bisa menjadi andalan daerah. Saya berjanji akan terus memantau dan mendorong agar UMKM kita naik kelas,” tegas Dinda.
Harapan ini disambut baik oleh Ahmad Wahyudi, salah satu pemangku kepentingan (owner) gula kelapa. Ia mengapresiasi kehadiran anggota DPD RI tersebut dan berharap sinergi antara pemerintah pusat melalui DPD RI dengan pelaku UMKM dapat berjalan berkesinambungan.
Senada dengan itu, Ikhsan selaku pemilik dapur produksi berharap dukungan ini menjadi titik balik bagi para perajin untuk beralih dari metode manual ke peralatan yang lebih modern.
“Kami berencana membangun pabrik produksi yang lebih berkualitas dengan teknologi modern. Tujuannya agar produk kita punya daya saing tinggi, tidak lagi sekadar manual seperti saat ini,” pungkas Ikhsan.





